RSS
Facebook
Twitter

Tuesday, December 11, 2012

pengambilan keputusan


Membuat Keputusan yang Efektif
Tujuan pengambilan keputusan dalam kelompok adalah untuk mengambil suatu keputusan dengan pertimbangan yang matang agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh anggota kelompok. Pengambilan keputusan dalam kelompok menunjukkan bahwa telah adanya kesepakatan antar anggota kelompok mengenai bagaimana cara untuk bisa mencapai tujuan anggota kelompok. Ada 5 syarat keputusan kelompok yang efektif, yaitu:
1.      Sumber daya yang ada harus dimanfaatkan sepenuhnya. (maksudnya: semua anggota kelompok itu harus berusaha mengutarakan pendapatnya, setelah semua pendapat terkumpul kan nantinya akan diseleksi secara bersama2, pendapat mana yang sekiranya terbaik diantara pendapat2 yang ada, nah pendapat2 itulah yang dimaksud sumber daya)
2.      Penggunaan waktu yang efisien. (mksudnya: jd kalo ada suatu permasalah dlm kelompok dan untuk mencari suatu cara pemecahannya itu jangan mengulur2 waktu untuk melakukan diskusinya, trus juga untuk waktu pelaksanaan dr kputusan itu jg harus segera dilaksanakan, jgn d tunda2).
3.      Keputusan yang tepat dan berkualitas.
4.      Keputusan dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok.
5.      Adanya peningkatan, atau paling tidak, tidak ada penurunan kemampuan kelompok dalam hal pemecahan masalah.
Sebuah keputusan dapat dikatakan efektif bila kelima syarat tersebut dapat dipenuhi.
Pengolahan Informasi
Di dalam kelompok, segala informasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan akan diproses lebih teliti sehingga akan menghasilkan suatu keputusan yang efektif. Adapun langkah-langkah dalam pengambilan keputusan dalam kelompok adalah sebagai berikut:
1.      Tahap orientasi, dalam tahap ini kelompok mengidentifikasi masalah yang harus dipecahkan, pilihan yang harus dibuat, atau konflik yang membutuhkan penyelesaian. 
2.      Tahap diskusi, dalam tahap ini kelompok mengumpulkan informasi tentang situasi,  dan jika keputusan harus dibuat, maka mereka akan mengidentifikasi dan mempertimbangkan pilihan (jadi, pilihan pemecahan masalahnya itu jg di identifikasi). Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi efektifitas kinerja anggota kelompok:

·         Berbagi Informasi: aktif berbicara, bersedia untuk membahas, kebebasan berargumen, mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaan. (ex: di dlm kelompok tuh sdg membicarakan ttg model potongan rambut yg terbaru, nah kalo kita tau suatu info ttg itu ya kita harus bagiin ke anggota kelompok kita.)
·         Perencanaan: merumuskan tindakan yang akan mengarah pada tujuan tertentu. (ex: kita sama anggota kelompok nih pgn nyontoh model potongan rambut yg terbaru nih, jd kita hrus bikin rencana apa yg bakal kita lakuin biar model potongan rambutnya kita tuh bisa ky model potongan rambut yg skrg lg booming, misalnya dgn lihat2 d majalah fashion, dll.)
·         Evaluasi Kritis: kritis mengevaluasi setiap ide atau karya orang lain. (ex: kita tuh ga setuju kalo kita nyontoh model potongan rambut yg terbaru itu cz menurut kita itu khn idex orang lain modelnya jg ga terlalu bgus, kalo kita nyontoh khn berarti ga kreatif cz bkn ide kita sendiri, nah itu jg harus kita utarakan ke anggota kelompok kita)
·         Komunikasi Positif: memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditampilkan oleh anggota atau kinerja kelompok. (ex: kita memuji anggota kelompok kita kalo dy terlihat cantik dgn model potongan rambut barunya).
·         Komitmen ke Grup: kelekatan pada kelompok, ingin melakukan hal-hal bersama dengan kelompok, dan  cenderung memastikan semua anggota mendapatkan sesuatu hal yang sama. (ex: kelompok kita habis ikut lomba, nah kita tuh menang n dpt sejumlah hadiah berupa uang, nah kita tuh harus mbagi uang hadiah itu dgn jmlah yg sama rata ke smua anggota kelompok kita, jd kita n smua anggota kelompok kita tuh bs menikmati b’sm2 hasil yg kita dpt)
·         Tugas pemantauan: menilai kinerja dan juga sampel datanya bahwa kelompok akan berusaha mencapai tujuannya. (ex: sekelompok peneliti ingin mengetahui ttg apakah usia bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi, nah mereka mengambil beberapa sampel yg sdh ditentukan, lalu mereka menilai apakah sampel tersebut dpt diandalkan atau tdk dan bgaimana kinerja mereka dlm melakukan penelitian tsb.)
·         Kerjasama: perilaku saling membantu kinerja anggota kelompoknya atau memberikan kontribusi untuk kemudahan anggota kelompoknya mengkoordinasikan upaya mereka. (ex: kalo ada tugas kelompok tuh smua anggota harus bener2 ngerjain, jd jgn malah ga ikutan ngerjain cz berpikir bhwa tugas itu bakal di krjain sm anggota kelompok kita yg lain, jd hrus saling kerjasama gt.)
3.      Tahap pengambilan keputusan, dalam tahap ini kelompok melakukan seleksi terhadap berbagai pilihan alternatif yang ada dan membuat solusi pemecahannya (jadi smua pendapat2 dr anggota itu d seleksi, pendapat mana yg skiranya terbaik untk solusi dr permasalahan yg sdg trjadi, nah untuk menyeleksi pndapat2 itu jg bisa mnggunakan berbagai cara) . Berikut ini adalah beberapa cara dalam pengambilan keputusan:
·         Mendelegasikan Keputusan: seorang individu dalam kelompok membuat keputusan untuk seluruh anggota kelompoknya dengan atau tanpa masukan dari anggota lainnya. 
·         Rata-rata Masukan Individu: kelompok membuat keputusan secara individual terlebih dahulu (baik sebelum atau setelah diskusi kelompok), kemudian keputusan-keputusan tersebut diolah untuk menghasilkan suatu kesimpulan secara keseluruhan. 
·         Voting: mengambil keputusan dengan cara menyediakan alternatif-alternatif pemecahan masalah, masing-masing anggota harus memilih 1 alternatif saja, kemudian dilakukan penghitungan jumlah orang yang memilih tiap-tiap alternatif tersebut.
·         Konsensus: kelompok membahas masalah sampai mencapai kesepakatan yang bulat tanpa voting. Konsensus mengarah pada tingkat komitmen yang tinggi. Konsensus tidak bisa digunakan untuk pemecahan setiap masalah karena dalam penggunaannya harus membutuhkan banyak waktu.
4.      Tahap Implementasi, dalam tahap ini kelompok harus melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama oleh para anggota kelompok. jadi, kputusan apa yg udah disepakati oleh anggota kelompok itu harus dilaksanakan oleh smua anggota kelompoknya.
Pengambilan Keputusan Kelompok vs Individu
Thorndike (1938) menyimpulkan bahwa pemecahan masalah yang diperoleh dari keputusan kelompok terbukti lebih efektif. Pengambilan keputusan yang dilakukan dalam kelompok lebih baik daripada dilakukan oleh individu karena interaksi antar anggota kelompok dapat menghasilkan suatu gagasan atau ide yang sebelumnya tidak terpikir oleh anggota yang lainnya (Falk & Johnson, 1977, Hall & Wiliams, 1966). Selain itu, hasil pemikiran yang diperoleh akan lebih mendalam dan ingatan akan fakta dan kejadian yang lebih akurat, (jd misalnya ada hal yg kita lupa sdangakan anggota kelompok kita ada yg ingat itu khn jdnya ia bs mengingatkan kita). Alasan-alasan lain kenapa kelompok menghasilkan keputusan yang lebih baik daripada individu adalah sebagai berikut:
a.       Kelompok mempunyai motivasi yang lebih tinggi untuk mencapai tujuan.
b.      Kelompok mengambil keputusan yang lebih beresiko daripada individu. (biasanya kan kputusan yg lbih baik itu jg ada resiko yg lebih bsar, nah kalo di dlm kelompok khn meskipun resiko yg d dpt itu bsar tp resiko itu khn d tanggung scr bersama2 oleh kelompok, jdx akan terasa lebih ringan.)
c.       Keterlibatan dalam pengambilan keputusan kelompok akan meningkatkan komitmen anggotanya dalam melaksanakan keputusa kelompok tersebut.
d.      Keterlibatan dalam pengambilan keputusan dalam kelompok memungkinkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan keputusan.
e.       Perbedaan yang ada dalam keanggotaan merupakan sumber daya yang bervariasi.
f.       Dalam diskusi secara langsung dapat meningkatkan kualitas dan kreativitas para anggotanya dalam berargumen.
v  Dukungan Sosial
Selama tugas yang didapat itu cukup sederhana dan cukup dipelajari, maka keberadaan orang lain di sekitar kita bisa membuat prestasi kita mengalami peningkatan. Tetapi jika tugasnya itu sulit atau kompleks, maka adanya orang disekitar kita bisa membuatprestasi kita mengalami penurunan. Suatu keputusan akan lebih efektif jika diputuskan dalam kelompok daripada diputuskan oleh individu karena dalam kelompok, antar anggota kelompok akan saling bekerja sama dan memberi dukungan. Hal tersebut bisa menghasilkan dorongan dan mengurangi persaingan dan kecemasan akan penilaian dari orang lain.
v  Pertentangan dalam Kelompok
Pertentangan dalam kelompok adalah kecenderungan suatu kelompok untuk membuat keputusan yang lebih ekstrim dibanding dengan usulan-usulan atau pemikiran-pemikiran anggotanya (Brauer, Judd, & Jacquelin, 2001; Moscovici & Zavalloni, 1969). Dampak pertentangan dalam kelompok ada 3, yaitu:
1.      Pengaruh normatif: kelompok bertentangan karena anggotanya ingin memberikan kesan yang baik kepada anggota yang lain. Oleh karena itu mereka saling membandingkan pendapat mereka dan menguatkan pendapat mereka agar lebih bisa meyakinkan kelompok.
2.      Pengaruh informasi: kelompok  bertentangan karena anggota kelompok mendapatkan informasi baru yang bisa mengubah pendapat awal mereka (Kaplan & Miller, 1987) dan anggota kelompok dihadapkan pada argumentasi yang pesuasif (Burnstein & Vinokur, 1977; Isenberg, 1987).
3.      Pengakuan sosial: kelompok bertentangan karena individu ingin dianggap dan diakui sebagai anggota kelompok (Isenberg, 1986; Kaplan & Miller, 1987).
v  Keterlibatan dalam Pengambilan Keputusan
Ada dua alasan mengapa semua anggota kelompok harus terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Alasan pertama adalah untuk meningkatkan kualitas keputusan dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki setiap anggotanya. Alasan kedua adalah untuk meningkatkan komitmen anggotanya dalam melaksanakan hasil keputusan. Mungkin suatu keputusan bisa dibuat hanya oleh beberapa anggota kelompok saja (tidak oleh semua anggota kelompok) apabila:
1.      Keputusan yang diambil yang diambil terkait dengan masalah yang tidak berhubungan langsung dengan anggotanya.
2.      Keputusan yang diambil merupakan keputusan yang sederhana dan mudah, sehingga tidak perlu untuk berkoordinasi dengan seluruh anggota.
3.      Keputusan tersebut harus dibuat secepatnya.
v  Perubahan Pola Sikap dan Perilaku
Penyebab suksesnya diskusi kelompok adalah komitmen bersama dan tingkat penerimaan dalam kelompok (Bennet, 1955; Pelz, 1958, Haravey, Bass, 1958). Ketika orang berpartisipasi dalam diskusi kelompok untuk mengubah perilaku atau sikapnya, maka mereka akan melaksanakan hasil keputusan diskusi apabila mereka berkomitmen pada kelompok dan percaya bahwa anggota lainnya juga melaksanakan keputusan tersebut.
v  Tipe Tugas
Produktivitas individu maupun kelompok itu tergantung pada tipe tugas yang diberikan. Jika tugas yang diberikan membutuhkan usaha dari seluruh anggotanya (misalnya dalam lomba tarik tambang), maka kelompok pasti lebih baik dari individu. Sebaliknya, jika tugas yang diberikan membutuhkan ketelitian (misalnya membelah berlian), maka individu yang terlatih akan bekerja lebih baik daripada kelompok. Steiner menyatakan bahwa ada empat jenis tugas kesatuan, yaitu: 
1.      Disjungtif (nilai kelompok diperoleh dari nilai terbaik yang diperoleh anggotanya). 
2.      Konjungtif (nilai kelompok diperoleh dari nilai terburuk yang diperoleh anggotanya).
3.      Aditif (nilai kelompok adalah gabungan dari kontribusi seluruh anggotanya).
4.      Diskresioner (nilai kelompok diperoleh dari kombinasi antara usaha individu yang ingin diperoleh kelompok dan dijadikan satu).
v  Potensi Produktivitas Kelompok
Sejumlah psikolog percaya bahwa biasanya produktivitas kelompok lebih rendah daripada dindividu. Misalnya membandingkan jumlah waktu antara individu dan kelompok dalam memecahkan suatu masalah. Individu memang dapat memecahkan masalah dengan waktu yang lebih cepat daripada kelompok. Namun jumlah waktu tersebut tidak menentukan kualitas keputusan yang diperoleh. Menurut Steiner, potensi produktivitas kelompok adalah tingkat produktivitas maksimal yang bisa dicapai suatu kelompok dalam suatu tugas yang menyatakan bahwa hal itu tergantung pada dua faktor, yaitu sumber daya yang dimiliki anggotanya dan tuntutan tugas.
Terdapat 3 kekurangan dalam metode Steiner:
1.      Tersirat bahwa terdapat potensi dasar produktivitas yang unik yang merupakan batasan tertinggi presentasi kelompok.
2.      Ia menganggap bahwa individu tidak lebih termotivasi jika mereka bekerja dalam kelompokknya dibandingkan jika bekerja sendiri.
3.      Ia beranggapan bahwa individu selalu menggunakan potensi mereka secara maksimal.

Metode pengambilan keputusan
·         Metode 1: Keputusan oleh penguasa tanpa diskusi kelompok
Dalam metode ini, pemimpin yang terpilih membuat keputusan sendiri tanpa meminta pertimbangan dalam bentuk apapun dari anggotanya. Hal ini sangat efisien, karena tidak membutuhkan waktu yang lama.
·         Metode 2: keputusan oleh ahli
Metode ini meminta salah satu anggotanya yang paling ahli atau berpengalaman dalam hal membuat keputusan. Biarkan seseorang yang ahli tersebut memikirkan masalahnya, dan membuat keputusan yang kemudian di umumkan kepada anggota kelompok yang lain. Tetapi dalam metode ini yang menjadi masalah adalah memilih orang yang ahli, sering kali memilih orang yang ahli itu dengan cara memilih orang yang populer, atau sering tampil, atau yang berkuasa.
·         Metode 3: keputusan dengan rata-rata pendapat individu
Metode ini dengan cara menanyakan pendapat tiap anggota kelompok dengan cara terpisah, atau sendiri-sendiri, kemudian menggabungkan dan merata-rata hasilnya. Hasil pendapat yang paling tinggi itulah yang akan menjadi keputusan akhir.
·         Metode 4: keputusan oleh penguasa setelah diskusi kelompok
Dalam metode ini, anggota akan berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya, sehingga pemimpin akan memilih pertimbangan keputusan yang terbaik dan mengambil keputusan tersebut. Anggota tidak berhak atau tidak terlibat dalam hal mengambil keputusan.
·         Metode 5: keputusan oleh minoritas
Dalam metode ini, minoritas disini bisa saja dalam bentuk kuantitas atau jumlah, tapi ia memiliki kekuasaan yang mayoritas. Misalnya dosen merupakan minoritas di kelas, tapi dosen mayoritas dalam power.
·         Metode 6: keputusan oleh voting mayoritas
Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan di banyak negara, begitu banyaknya sampai menjadi suatu kebiasaan. Caranya dengan membahas sebuah masalah dan mengambil keputusan yang harus di setujui oleh paling sedikit 51% anggotanya. Hal ini mirip dengan proses sistem pemilu.
·         Metode 7: keputusan dengan konsensus
Konsensus merupakan metode pengambilan keputusan yang paling efektif, tapi metode ini memerlukan waktu dan sumber yang paling banyak. Ketika suatu keputusan dibuat melalui konsensus, semua anggota mengerti hasil keputusannya dan siap untuk mendukung. Konsensus adalah metode yang paling baik untuk menghasilkan keputusan yang inovatif, kreatif, berkualitas tinggi dimana semua anggotanya mempunyai komitmen dalam melaksanakan hasil keputusannya, menggunakan sumber daya yang dimiliki setiap anggota kelompok, dan meningkatkan keefektifan pengambilan keputusan kelompok di masa yang akan datang.
Hubungan antara waktu dan pengambilan keputusan
Setiap metode pengambilan keputusan membutuhkan waktu yang berbeda-beda, semakin banyak melibatkan orang atau anggota, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil sebuah keputusan. Biasanya, membuat keputusan penting lebih baik jika dilakukan dalam kelompok daripada secara individual.
Faktor pendukung pengambilan keputusan.
Efektif atau tidaknya sebuah keputusan kelompok tergantung pada bagaimana kelompok tersebut disusun. Jika ingin memaksimalkan potensi kelompok, maka harus menyusun lima elemen dasar jalannya kelompok, yaitu saling ketergantungan yang positif, interaksi secara langsung, akuntabilitas anggota, kemampuan sosial, dan proses berkelompok.
Faktor penghalang pengambilan keputusan kelompok
·         Kurang dewasanya kelompok
Anggota kelompok memerlukan waktu dan pengalaman untuk menyesuaikan kebiasaan dengan dinamika kelompok yang baru, walaupun sebelumnya memiliki kemampuan berkelompok dan pernah terlibat dalam kelompok yang efektif. Kedewasaan kelompok dapat dicapai ketika anggota sudah bekerja sama dalam waktu yang cukup lama, sehingga sudah penyesuaian.
·         Cepatnya pengambilan keputusan berdasarkan respons dominan
Keputusan yang buruk seringkali diakibatkan oleh cepatnya pengambilan keputusan dengan respon dominan kelompok atau pendapat mayoritas kelompok. Hal ini bisa di dasari karena faktor lapar, kemalasan, dll.
·         Kemalasan sosial: sembunyi dalam kelompok
Kemalasan ini timbul karena adanya kelebihan anggota dalam mengerjakan suatu hal. Misalnya jika pengerjaan itu bisa dikerjakan oleh tiga orang, tetapi ternyata dilakukan oleh tujuh orang, maka empat orang yang lainnya biasa akan nganggur, dan merasa anggota yang lain sudah mengerjakannya.
·         Tumpangan gratis: mendapatkan sesuatu tanpa usaha
Ketika dalam kelompok kita tidak berkontribusi, karena jika secara individu kesuksesan dan kegagalan merupakan tanggung jawab kita sendiri. Sementara jika dalam kelompok merupakan tanggung jawab bersama. Menumpang gratis dapat diartikan mengambil keuntungan dari anggota kelompok yang lain. Biasanya ini terjadi karena percaya bahwa mereka tidak diperlukan, tenaga mereka tidak dibutuhkan, sehingga mereka merasa kegagalan dan kesuksesan tidak berpengaruh dari dirinya, sehingga mereka tidak berkontribusi.
·         Hilangnya motivasi karena ketidakadilan
Ketika ada orang yang mengambil keuntungan dari kita, maka kita akan mengurangi usaha kita dalam bekerja.
·         Pemikiran kelompok dan penghindaran defensif
Terkadang anggota ketika mendapat kesulitan itu melakukan penghindaran defendif, mencari alasan, menyangkal tanggung jawab mereka sendiri.
·         Buruknya manajemen konflik oleh anggota kelompok
Jika kelompok mengatasi konflik dengan tidak bijaksana, maka keefektifan kelompok akan berkurang. Jika konflik dalam kelompok tidak dapat diatasi, maka akan terjadi persaingan antar anggota, sehingga ketika mereka berpendapat bukan karena untuk mencari solusi, tapi karena membantah pendapat saingan antar anggota kelompoknya.
·         Keegoisan anggota kelompok
Ketika anggota kelompok secara egois mengemukakan pendapatnya dan dengan dingin mengevaluasi informasi dan kesimpulan anggota lain, maka persaingan pendapat akan terjadi. Dan ketika semakin banyak anggota yang berpegang pada pendapat mereka sendiri, maka semakin rendah kualitas yang dihasilkan.
·         Kurangnya heterogen kelompok
Semakin homogen sauatu kelompok, maka semakin susah menemukan solusi.
·         Gangguan dan halangan dalam menghasilkan
Ketika ada satu orang yang mengemukakan pendapatnya terlalu lama, dan anggota lain menunggu untuk mengemukakan pendapatnya, tapi karena terlalu lama sehingga sudah berpindah ke topik yang lain.
·         Jumlah kelompok yang tidak sesuai
Jumlah anggota yang mengambil keputusan harus sebanding dengan jumlah seluruh kelompok. Semakin sedikit anggota yang berperan dalam pengambilan keputusan, maka semakin kurang efektif.
·         Pengambilan keputusan yang prematur dan meminimalisasi pertentangan
Ketika ada dua pilihan solusi yang sama baik, atau alternatif lain yang sama menariknya, tapi kelompok menghilangkan alternatif ini, sehingga mendukung banyak pada pilihan yang pertama.
·         Anggota tidak mempunyai keterampilan yang relevan
Jika anggota kelompok tidak mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas dan bekerja sama dengan efektif, maka keputusan dibuat tidak akan efektif. Jika keterampilan dalam mengerjakan tugas dan keterampilan kerja kelompok rendah, kualitas keputusan kelompok pun akan semakin rendah.
·         Kurangnya dukungan bagi individu dan halangan untuk berkontribusi
Ketika dukungan untuk berkontribusi rendah, maka anggota cenderung memberikan usaha yang tidak maksimal dalam mencapai tujuan kelompok.

Pengambilan keputusan yang dipertimbangkan dan dipikirkan
1.      Mengenali dan mendefenisikan masalah
Hal ini merupakan langkah awal dalam pengambilan keputusan. Masalah adalah perbedaan antara suatu keadaan yang ada dengan keadaan yang diharapkan. Ada tahapannya, yaitu mencapai persetujuan mengenai keadaan yang di inginkan, mencari informasi tentang keadaan sekarang, dan mendiskusikan tentang kesenjanagan tersebut dan mencapai solusi.
2.      Mengumpulkan informasi mengenai masalah yang ada
Langkah kedua ialah mendiagnosis masalah. Mencari informasi yang valid tentang masalah saat ini. Dalam hal ini dapat membuat daftar kekuatan yang mendukung dan kekuatan yang jadi penghalang kemudian di urutkan dari yang terpenting.
3.      Menyusun dan mempertimbangkan alternatif solusi
Langkah ketiga adalah mengidentifikasi dan menganalisis solusi untuk menyelesaikan masalah. Kelompok sering membuat keputusan yang buruk karena tidak memikirkan alternatif solusi dengan baik.
·         Analisis kekuatan lapangan
Analisis ini merupakan cara untuk menentukan strategi dalam memecahkan masalah. Dalam hal ini anggota kelompok harus memikirkan cara untuk mengurangi kekuatan penghalang atau menghilangkannya.
·         Analisis yang berhati-hati
Dalam hal ini kelompok harus mengevaluasi setiap analisis yang ada dan memastikan pertimbangan yang hati-hati dari setiap alternatif yang dilaksanakan.
·         Halangan
Ada beberapa halangan dalam menyusun dan mempertimbangkan alternatif solusi masalah. Kegagalan mengidentifikasi alternatif yang tepat, penghilangan alternatif yang terlalu cepat tanpa analisis dan evaluasi yang cukup, tekanan untuk bersepakat, kurangnya kemampuan meneliti dan memecahkan masalah, kurangnya prosedur untuk melaksanakan analisis dan kesimpulan.
4.      Memutuskan suatu solusi
Setelah semua alternatif di susun dan di identifikasi, kelompok harus memilih solusi yang akan dilaksanakan. Anggota kelompok memutuskan dengan pertimbangan yang baik, dapat dimengerti, dan tindakan yang realistis terhadap tujuan yang ingin dicapai setiap anggota kelompok.
5.      Mengevaluasi kesuksesan pelaksanaan keputusan
Evaluasi ini dibagi menjadi dua, yaitu evaluasi hasil dan evaluasi proses. Dalam evaluasi proses, di evaluasi selama proses solusi ini dijalankan. Sedangkan pada ealuasi hasil itu ketika solusi sudah dijalankan dan melihat hasil yang didapatkan dari solusi yang telah dijalankan tersebut.

0 comments:

Post a Comment

  • Categories

  • Unordered List

  • Editor-in-Chief

    the webmistress designer: Dewi Content: Pur Riska Rika Jun Dewi Grace Gloria Reza